“Ilmu Memuliakan, Ekonomi Menguatkan”

Komunitas ulama yang mengintegrasikan ilmu, dakwah, kewirausahaan untuk kemandirian umat.

Program Unggulan

  • Pendidikan Kewirausahaan Ulama
    Pelatihan bisnis dan ekonomi syariah bagi ulama dan dai.

  • Inkubasi Bisnis Pesantren
    Pendampingan usaha produktif berbasis pesantren.

  • Wakaf Produktif & UMKM Umat
    Penguatan ekonomi umat melalui wakaf dan usaha berkelanjutan.

  • Forum Ulama & Pengusaha
    Jejaring, dialog, dan kolaborasi strategis.

Mengapa Ulamapreneur?

  • Dakwah memerlukan kemandirian ekonomi

  • Ulama perlu berdaya tanpa kehilangan integritas

  • Ekonomi Islam membutuhkan bimbingan ilmu

Tahun Berdiri
0 +

Ulama Berilmu, Mandiri dan Berdaya

Ulamapreneur adalah komunitas ulama dan cendekiawan Muslim yang mendorong kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam tanpa meninggalkan integritas keilmuan dan dakwah.

Mewujudkan ulama yang mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam pemberdayaan umat.

  • Mendorong kemandirian ekonomi ulama dan umat
  • Mengembangkan kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam
  • Menjadi ruang kolaborasi ulama, pengusaha, dan umat
  • Mengintegrasikan ilmu, ekonomi, dan keadilan sosial
  • Ilmu – Keilmuan yang mendalam dan bertanggung jawab
  • Amanah – Integritas dan etika
  • Kemandirian – Ekonomi sebagai penopang dakwah
  • Keberkahan – Maslahat bagi umat
  • Keadilan Sosial – Berpihak pada yang lemah
Program
0 +
Pengajar
0 +
Anggota
0 +

Program Unggulan

  • Pendidikan Kewirausahaan Ulama
    Pelatihan bisnis dan ekonomi syariah bagi ulama dan dai.

  • Inkubasi Bisnis Pesantren
    Pendampingan usaha produktif berbasis pesantren.

  • Wakaf Produktif & UMKM Umat
    Penguatan ekonomi umat melalui wakaf dan usaha berkelanjutan.

  • Forum Ulama & Pengusaha
    Jejaring, dialog, dan kolaborasi strategis.

Mengapa Ulamapreneur?

  • Dakwah memerlukan kemandirian ekonomi

  • Ulama perlu berdaya tanpa kehilangan integritas

  • Ekonomi Islam membutuhkan bimbingan ilmu

Pemikiran ulama tentang ekonomi

Pemikiran ulama tentang ekonomi Islam berpusat pada tujuan akhirat (ridha Allah) selain kesejahteraan duniawi, dengan prinsip dasar tauhid (sumber daya milik Allah), produksi dan kerja halal, serta distribusi adil melalui zakat/infaq, yang semuanya diatur oleh syariat untuk mencapai keadilan sosial, keharmonisan, dan mencegah eksploitasi seperti riba dan penimbunan. Tokoh-tokoh seperti Al-Ghazali, Ibn Khaldun, Al-Mawardi, dan Al-Qaradhawi mengembangkan konsep ini dengan fokus pada etika, peran negara, dan mekanisme pasar yang adil.

Dakwah dan kewirausahaan

Dakwah dan kewirausahaan dapat disinergikan, di mana bisnis menjadi sarana dakwah efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam (kejujuran, amanah, etika) sambil mencari nafkah, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dengan tujuan dunia akhirat (ridha Allah), mengedepankan ibadah, inovasi, serta tanggung jawab sosial dan spiritual, bukan sekadar profit material, menjadikan wirausaha sebagai jalan memakmurkan bumi.

Etika bisnis Islam

Etika bisnis Islam adalah seperangkat nilai dan norma moral berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membawa kebaikan, keadilan, dan manfaat sosial, dengan menekankan prinsip seperti kejujuran (shiddiq), keadilan (adil), amanah (tanggung jawab), kepatuhan syariah (halal), dan musyawarah (shura), serta larangan riba, gharar, maysir, dan kecurangan. Tujuannya adalah menciptakan bisnis yang berkah, menghindari kezaliman, dan membangun kesejahteraan bersama.

Bergabunglah bersama ulama, akademisi, dan pengusaha Muslim dalam membangun kemandirian umat.

Testimoni

Bergabung dengan komunitas Ulama Preneur membuka cakrawala baru bagi saya. Saya belajar bahwa berdagang bukan sekadar mencari untung, tapi merupakan bagian dari dakwah dan mengikuti sunnah Rasulullah. Program ini sangat membantu para pengajar agama untuk memiliki kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan tugas utamanya berdakwah

Toha Maskur Afandy Pengusaha

Konsep Ulama Preneur adalah solusi bagi kemajuan umat. Ketika seorang ulama memiliki kemandirian finansial, dakwah menjadi lebih merdeka dan berdaya. Saya sangat terinspirasi dengan cara beliau mengelola bisnis dengan prinsip syariah yang ketat namun tetap kompetitif di pasar modern

Ircham Habib Musyafak Pengusaha

Ulama Preneur: Membawa nilai langit ke bumi melalui jalur perniagaan. Inspiratif, mandiri, dan memberdayakan!

Ihda Fajria Aditya Pengusaha

Copyright © 2025 By Tomashy_Studio. All Rights Reserved.